Kempen Semak Hadis · Silsilah Hadis Dhaif dan Maudhuk

Agama adalah akal. Sesiapa yang tidak memilik agama, tidak ada akal baginya.

​Hadith No. 1

“Agama adalah akal. Sesiapa yang tidak memilik agama, tidak ada akal baginya.”

Hadith ini batil. Diriwayatkan oleh Imam an-Nasa’i dari Abi Malik Basyir bin Ghalib. Kemudian ia berkata, “Hadith ini adalah batil dan munkar”.

Menurut saya (Syeikh Nasiruddin al-Albani), kelemahan hadith tersebut terletak pada seorang rawinya yang bernama Bisyir. Dia ini majhul (tidak dikenali).

Inilah yang dikatakan oleh al-Uzdi dan dikuatkan oleh adz-Zahabi dalam kitab Mizanul-I’tidal dan Ibn Hajar al-asqalani dalam Kitab Lisanul Mizan.

Satu hal yang perlu digarisbawahi di sini ialah bahawasanya semua riwayat/hadith yang menyatakan keutamaan akal tidak ada yang sahih. Semuanya berkisar antara dha’if dan maudhu’.

Saya telah menelusuri semua riwayat tentang masalah keutamaan akal tersebut dari awal. Diantara apa yang diutarakan oleh Abu Bakar bin Abid Dunya dalam kitab al-Aqli wa Fadhluhu. Di situ saya mendapati ia menyebutkan “Riwayat ini tidak sahih”.

Kemudian Ibnu Qayyim dalam Kitab al-Manar al-Munif fi al-Sahih wa al-Dhaif halaman 25 menyatakan, ” Hadith-hadith berkenaan akal semuanya dusta belaka.”

– Silsilatul ahaadith ad-Dhaifah wal Maudhu’ah oleh Syeikh Nasiruddin al-Albani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s